Selasa, 31 Juli 2018

Perpisahan Termanis



CROWNQQ - “Aku harus pergi meninggalkan kota ini,” ucap Rona memulai pembicaraan.
“Tekadmu sudah bulat untuk melanjutkan sekolah di sana?” tanya kekasihnya.
Rona hanya mengangguk perlahan. Matanya menerawang jauh ke arah matahari yang mulai terbenam. Suasana sore hari itu membuat hatinya yang kacau sedikit tenang. Rona sudah diterima di universitas yang telah lama dia impikan. Namun masalah yang harus dihadapinya adalah dia akan terpisahkan oleh jarak dan waktu dengan kekasihnya, Fajar. Yogyakarta bukanlah kota yang mampu ditempuh hanya dengan dua atau tiga jam perjalanan dari Probolinggo.
“Jadi keputusanmu bagaimana? Kau akan mengakhiri hubungan ini begitu saja?” lanjutnya.
“Jika kau mau bertahan dengan jarak dan waktu yang memisahan kita, aku pun tidak masalah,” jawab Rona.
“Kau mau kita menjalani LDR?”
“Iya. Tapi apa kau bisa?” tanya Rona balik.
“Aku akan berusaha dan tetap menjaga hatiku sampai kau kembali,” ucap Fajar dengan tersenyum melihat kekasihnya itu.
“Kau janji?”
“Tentu saja,” ujar Fajar menggengam erat jemari kekasihnya itu. Dia seperti tidak ingin terpisahkan dengan Rona yang sangat dia cintai.
3 bulan kemudian…
“Hai, Rona! Lagi apa?” tanya seseorang dari belakang Rona.
“Cari referensi tentang tugasku,” jawabnya singkat.
“Bisa aku bantu? Sepertinya kau kesulitan mencarinya di buku sebanyak ini,” tawar Toni.
“Tak usah, kau dapat membantuku dengan pergi mengganggu aku hari ini,” ucapnya ketus.
“Marah ya? Oke dah maaf. Aku pergi dulu. Bye,” ujar Toni seraya pergi meninggalkan Rona dengan tumpukan buku yang cukup banyak.
Rona lega akhirnya Toni pergi meninggalkannya sendiri. Dia mengganggap Toni sebagai pengganggu karena pemuda tersebut selalu mengikutinya.
“Kau terlalu ketus mengusir dia, Na,” tiba-tiba Sarah menegur Rona yang masih sibuk dengan bukunya. Sarah merupakan sahabatnya dari SMA dan juga satu kampus dengannya.
Rona hanya menghela napas mendengar ucapan temannya.
“Baiklah, aku tau kau tidak suka dengannya tapi aku rasa dia suka sama kamu,” goda Sarah.
“Sudahlah, berhenti ngomongin dia,” Rona segera mencari handphonenya. Dia tiba-tiba teringat dengan kekasihnya dan berniat untuk mengiriminya pesan.
“Kau sedang mengirim sms ke Fajar?”
Rona mengangguk dan terus sibuk mengetik sms yang akan dia kirim ke Fajar.
“Kau tahu tidak, waktu aku pulang ke Probolinggo kemarin aku melihat Fajar sedang jalan bersama mantannya,” tutur Sarah.DOMINO99

“Mantan? Maksudmu Tasya?” ujar Rona kaget.
“Iya, apa Fajar tidak bercerita padamu?”
Rona menggeleng. Dia merasa khawatir jika Fajar sudah melupakan janji mereka untuk saling menjaga perasaan. Namun dia mencoba untuk berpikir positif. Mungkin Fajar hanya ingin bertemu dengan mantannya tanpa ada maksud lebih di antara mereka.
Sar, kau ada dimana?
Di kost. Knp?
Sender : Sarah
Aku ke sana ya? Ada yang ingin aku tanyakan.
Loh? Kau ada di Yogya? Sejak kapan?
Fajar segera meluncur ke tempat kost Sarah. Setibanya di sana, dia disambut hangat oleh sahabat kekasihnya itu. Fajar kemudian bercerita bahwa dia ingin memberikan kejutan bahwa dia akan mengunjungi Rona. Sekaligus ingin melihat aktivitas yang dilakukan Rona di kota tersebut. Tak lama kemudian Toni datang ke tempat kost Sarah dan memberikan sesuatu padanya.
“Sar, aku minta tolong ya. Berikan surat ini pada Rona!” pintanya.
“Surat apa ini?” tanya Sarah seraya mengambil surat beramplop biru dari tangan Toni.
“Aku tidak ingin Rona selalu jutek padaku setiap aku mendekatinya. Maka dari itu aku ingin menceritakan semua perasaanku ke dia,” tutur Toni.
Fajar yang saat itu sedang bersama Sarah merasa kaget mendengar ucapan pemuda tersebut. Dia tidak menyangka bahwa Rona telah dekat dengan pemuda dihadapannya. Hatinya memanas seketika dan bergemuruh hingga mendidihkan emosinya. Tapi dia menahan diri dan berusaha bersikap biasa dan cuek mendengar cerita dari Toni meskipun hatinya terbakar cemburu.
“Dia temanmu?” tanya Toni yang melihat Fajar di samping Sarah.
“Iya, dia adalah Fajar, kekasih…”
“Aku teman Sarah, perkenalkan,” ucap Fajar memotong perkataan Sarah seraya berjabat tangan dengan Toni. Fajar tidak ingin Toni mengetahui bahwa dia adalah kekasih Rona yang kelak pasti akan menimbulkan masalah yang tidak dia inginkan.
Usai berkenalan dan berbincang, Toni berpamitan dan mengingatkan Sarah untuk tidak lupa memberikan suratnya pada Rona.
“Kau tidak mengatakan bahwa kau kekasihnya Rona?”
“Tidak usah. Mana surat darinya? Biar aku sendiri yang menyerahkan pada Rona,” pinta Fajar.
Sarah pun memberikan surat tersebut pada Fajar. Tak lama kemudian, Fajar pamit untuk segera menemui Rona dengan hati yang bergejolak tak menentu.
Ponsel Rona berdering pertanda ada telepon masuk. Dia tersenyum senang saat dilihatnya di ponselnya tertera nama kekasihnya. Dia segera mengangkat telepon dari orang yang sangat dia rindukan.
“Hallo, Fajar. Apa kabar? Sudah lama kau tidak meneleponku”
“Maaf, Na. Aku sibuk. Kau sedang apa?” tanya Fajar.
“Lagi santai saja di kamar. Kau sendiri?” tanya Rona balik.
“Aku sedang di perjalanan menuju tempat kostmu. Ada yang ingin aku bicarakan,” jawabnya.
“Kau ada di Yogya? Wah. Ini kejutan buatku ya? Baiklah aku akan bersiap,” ucap Rona gembira.
“Iya, sudah dulu ya,” sahut Fajar seraya menutup ponselnya.
Di perjalanan, Fajar masih teringat saat pertama kali bertemu dengan Rona, gadis itu begitu menarik perhatiannya sehingga membuatnya ingin memilikinya. Namun, ketika mereka sudah disatukan oleh cinta, mereka harus terpisah oleh jarak dan waktu, kesetiaan mereka telah diuji oleh situasi. Kini keputusan ada di tangannya. Dia ingin mempertahankan Rona namun dia merasa hubuungannya bergitu rentan untuk berakhir dikarenakan pihak-pihak yang mencoba mengusik kesetiaan mereka.
Beberapa menit kemudian, Fajar sudah sampai di tempat kost Rona. Di sana terlihat kekasihnya sedang menunggu di depan kost.BANDARQ
“Kau akan mengajakku kemana?” tanya Rona penuh semangat.
“Bagaimana kalau ke Parang Tritis, sunset di sana pasti bagus,” usulnya saat masuk ke dalam mobil.
“Baiklah,” Fajar segera mengemudikan mobilnya menuju ke tempat yang diinginkan kekasihnya.
Selang beberapa menit, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan. Rona segera turun dan berlari menikmati udara di sana. Dia sudah lama ingin pergi ke tempat tersebut namun masih belum ada yang mengajaknya.
Di kejauhan, ombak bergulung-gulung begitu besar. Makin lama, gelombang laut itu mengecil saat mencapai daratan. Anak-anak begitu senang bermain di sekitar ombak. Para pengunjung lain lebih senang duduk di pasir sembari memandang keindahan Parang Tritis.
“Kau menikmatinya?” Fajar membuka pembicaraan.
“Iya. Tadi kamu bilang mengajakku karena ingin mengatakan sesuatu. Tentang apa?”
Fajar kemudian merogoh kantong bajunya dan menyerahkan surat dari Toni pada kekasihnya.
“Bukalah!” ucapnya.
Rona kemudian membuka surat tersebut dan membaca isinya. Di dalamnya berisi curahan hati Toni mengenai perasaannya pada dirinya. Rona tidak menyangka bahwa maksud Toni selalu mengikutinya karena pemuda itu memiliki perasaan padanya.
“Aku tidak tahu sejak kapan kau dekat dengan laki-laki itu. Bagaimana jawabanmu terhadap surat itu” tanya Fajar.
“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Toni. Aku masih menjaga kesetiaan padamu,” ucap Rona. “Kau sendiri bagaimana dengan Tasya?” Rona mencoba mengalihkan pembicaraan.
Fajar kaget mendengar ucapan Rona, dia tidak percaya bahwa Rona mengetahui kedekatannya kembali dengan mantannya tersebut.
“Kau tidak perlu kaget dengan ucapanku,” tutur Rona seakan mengetahui pikiran Fajar.
“Aku memang saat ini dekat dengannya. Tapi aku hanya menganggapnya teman. Aku simpati padanya karena dia sudah berubah menjadi baik, tak seperti sifatnya dulu. Kau pasti mengetahui hal ini dari Sarah, bukan?”
Rona mengangguk. Dia hanya menatap keindahan laut yang terhampar di depan matanya. Dia seakan tidak ingin mendengar ucapan Fajar yang perlahan menyayat hatinya.
“Jadi bagaimana keputusanmu?” tanya Fajar
Rona terdiam sejenak. Dia kemudian menghela napas sebentar dan mulai berkata, “Maaf, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi,” tutur Rona pelan.
“Jadi kau memilih Toni?”
“Tidak, aku akan lebih berkonsentrasi pada kuliahku. Mungkin ujian kesetiaan kita cukup berakhir di sini. Aku tidak ingin menyakitimu dan aku pun tidak ingin bersedih saat kau bersama mantanmu di sana,” jawabnya lirih.
“Aku juga belum tentu akan kembali pada Tasya,” ucap Fajar.
Pembicaraan mereka pun terhenti. Pikiran mereka berkecamuk sendiri di dalam benak masing-masing. Suasana sunset meredakan kebimbangan diantara mereka. Dengan perasaan tak menentu, Fajar melangkahkan kaki meninggalkan pantai yang menjadi saksi atas berpisahnya cintanya dengan wanita yang dicintai selama ini. Demikian juga Rona.
Saat kembali ke dalam mobil, Rona hanya menyesali keputusannya. Dia mungkin tidak dapat bertemu lagi dengan sosok pemuda seperti Fajar. Namun, inilah keputusan yang telah dia ambil demi kebaikan di antara mereka.
Lagu “Perpisahan Termanis” mengalun indah di dalam mobil mengantarkan mereka ke masa depan masing-masing.
Jika memang kau tak tercipta untuk ku miliki
Cobalah mengerti yang terjadi
Bila mungkin memang tak bisa
Jangan pernah coba memaksa
tuk tetap bertahan di tengah kepedihan
Jadikan ini perpisahan yang termanis
Yang indah dalam hidupmu sepanjang waktu
Cerpen Perpisahan Termanis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

Senin, 30 Juli 2018

Setelah Pacaran 7 Tahun dan Akhirnya Putus, Inilah yang Aku Pelajari



CROWNQQ - Cepat sekali terjadinya. Suatu hari kita sedang berkencan dan tertawa bersama, tapi suatu saat kemudian kita menangis dan berteriak di depan satu sama lain. Sampai hari ini pun aku masih belum bisa menjelaskan bagaimana kita bisa sampai ke titik itu. Mungkin karena kita tidak berkomunikasi dengan baik, atau karena ambisi kita yang berbeda, atau mungkin karena hal-hal kecil tentang kita yang tidak bisa ditoleransi lagi antar satu sama lain.

Dan tentunya aku sedih, marah, kacau - apapun itu namanya, patah hati. Untuk waktu yang cukup lama aku terus menangis, memutar ulang memori lama, berangan-angan seandainya ada kesempatan kedua, dan bahkan menyalahkan diriku sendiri atas terjadinya semua ini.

Tapi hebat, yang namanya waktu sungguh bisa merubah segala hal. Tanpa kusangka, suatu hari aku terbangun dan aku tidak merasa sedih dan sakit hati lagi. Hari ini aku bangun dengan perasaan damai. Setelah empat tahun kebersamaan kita sudah berakhir, untuk pertama kalinya, aku merasa tidak apa-apa.DOMINO99

Aku sadar, penerimaan tidak datang dalam sehari semalam.Aku akhirnya bisa menerima kenyataan ini - dan penerimaan ini tidak terjadi dalam beberapa minggu atau bulan. Tapi dengan berjalannya waktu, pasti terjadi. Setelah putus dengan orang yang kamu sayangi, memang normal untuk tetap rindu dan menginginkan dia untuk kembali. Tapi ada alasan kenapa semua ini terjadi. Manusia bertumbuh dan berubah, keadaan juga berubah-ubah, dan terkadang kita hanya bisa menerima perubahan-perubahan itu. Suatu hari nanti, kamu juga akan bangun dengan perasaan damai itu, karena akhirnya hatimu akan sanggup menerima segalanya dan akhirnya bisa melepaskan hal-hal yang harus kamu lepaskan itu.

Setelah kehilangan segalanya, aku sadar aku bisa melakukan apa saja.

Untuk sesaat aku merasa bahwa hidupku telah gagal, karena aku telah kehilangan orang dan masa depan yang aku anggap adalah segalanya. Bagaimana tidak, sudah empat tahun kami bersama. Tapi akhirnya, aku sadar bahwa kepahitan yang telah terjadi ini bukanlah segalanya dalam hidupku. Ini adalah sebagian kecil dari hidupku, hidupku terdiri dari banyak hal lain selain itu. Aku malah sadar, aku tidak perlu takut kehilangan segalanya, karena itu sudah pernah terjadi dan aku tidak apa-apa. Aku malah jadi lebih berani untuk melakukan hal-hal baru atau mengejar hal-hal yang di luar jangkauanku.

Patah hati terbesarmu akan jadi terobosan terbesarmu juga.

Kabar baik buatmu yang sedang berada di bawah, tidak ada jalan lain berikutnya selain ke atas. Setelah jatuh dan hancur berkeping-keping, aku mendapat kesempatan baru untuk membangun kembali hidupku. Aku punya kesempatan untuk jadi diriku sendiri, melakukan apapun yang aku mau, dan mengejar semua mimpiku. Aku juga sadar walau ada seseorang yang tidak lagi mencintaiku dan meninggalkanku, masih banyak orang lain yang sungguh menyayangiku dalam keadaan apapun, dan selalu mendukungku untuk jadi yang terbaik.

Ada perbedaan antara cinta dengan seseorang dan mencintai seseorang.

Aku sadar, mungkin aku tidak akan pernah membenci dia yang telah meninggalkanku. Sudah sekian lama aku menyayanginya, dan sekarang pun aku masih boleh menyayanginya - walaupun aku tidak memilikinya. Perasaan cinta bukanlah hal yang bisa hilang begitu saja. Aku memang tidak sedang mencintainya saat ini, tapi aku tetap memiliki rasa itu untuknya - aku tetap ingin yang terbaik untuknya, ada atau tidak ada aku sekalipun.BANDARQ

Dan ketika hal ini terjadi, inilah saat di mana akhirnya aku bisa melihat keindahan dalam perpisahan itu. Aku terima, dan aku tidak apa-apa.


Minggu, 29 Juli 2018

Kisah Cinta Penuh Luka dan Air Mata




CROWNQQ - Aku masih belum bisa mempercayainya. Mendengar kisah cintanya yang begitu memilukan, sekaligus ironis. Ditengah keasikanku berselancar dalam lautan aksara, tiba-tiba seorang wanita datang, duduk didepanku dan berkata, "Gue masih cinta sama dia." Ya Tuhan, aku hanya bisa menghela nafas panjang mendengarnya. Mengapa? Ya, karena aku tahu betul bagaimana kisah percintaannya dengan lelaki -maaf- brengsek itu. Aku rasa tidak berlebihan jika aku mengatakan demikian, karena lelaki itu memang benar-benar bajingan. Bagaimana tidak demikian, lelaki dengan rambut ikal, wajah kusam, pakaian kumal, dan juga kulit legam melakukan pemanfaatan yang tidak berperikemanusiaan terhadap Diana, teman wanitaku. Lelaki itu tahu, bahwa Diana begitu mencintainya dan aku tidak tahu mengapa bisa begitu? Diana adalah teman baikku semasa di SMA. Kami berpisah setelah kuliah. Diana mengambil broadcast di London School, dan sedangkan aku kuliah di UIN Jakarta mengambil jurusan Perbankan Syari’ah. Diana adalah putri sematawayang dari keluarga yang cukup terpandang. Kedua orangtuanya bekerja. Pak Muliawan adalah seorang PNS di Departemen Keuangan, dan Bu Salma adalah seorang dokter ternama yang wajahnya kerap muncul di televisi mengisi rubrik kesehatan. Diana termasuk gadis yang pintar, tapi entahlah mengapa untuk masalah memilih pasangan aku rasa ia masih perlu banyak belajar. "Kok bisa sih Na? kan jelas-jelas dia udah ngehianatin lu," kataku kesal, "Lu juga udah liat kan dengan mata lu sendiri, kalau dia jalan sama cewek lain." "Ya, tapi setelah gw pikir-pikir, nggak ada salahnya kalau dia mau jalan sama cewe lain, dia kan punya hak untuk berteman dengan siapa aja, Mar." "Iya. Terus untuk masalah BBM-BBM mesra, foto-foto dia sama cewe, gimana? lu juga udah lihat kan?" Diana mengangguk pelan membenarkan. "Lalu apa lagi, Diana?" "Gue masih cinta dan apakah itu salah?" "Cinta? kok bisa sih. Dia juga udah kasar kan sama lu?" Aku jadi teringat kejadian beberapa waktu lalu. Saat Bu Salma dengan paniknya menelponku, mengabarkan kalau Diana pulang dengan wajah lebam di pelipis kanannya. "Lu kenapa, Na?" "Nggak apa-apa kok, ini cuma kepeleset aja dijalan." "Separah itu?" "Ya." Jujur saja aku tidak mempercayainya, dan benar saja, beberapa waktu kemudian Diana bercerita bahwa luka itu adalah hasil perbuatan dari lelaki bangsat itu. Aku langsung tersulut api kemarahan yang kian menjadi. Kesabaranku sudah hampir memuncak, namun Diana melarangku untuk tidak berbuat kasar pada kekasihnya. "Tapi lu udah dikasarin kayak gini, Na? dengan alasan yang sepele pula. Ini udah gila! kalau perlu, kita lapor polisi. Ini penganiayaan, Na!" "Sudahlah, Mar. Lukanya kan bisa sembuh." "Tapi luka dihati lu?" Diana diam sejenak, dan berujar, "Gue ikhlas kok, Mar. Menerima semua perlakuan dia. Mungkin memang gue yang salah. Kurang ini itu ke dia." "Ya ampun, Na. Lu itu nggak kurang apa-apa. Justru dia yang kurang, KURANG AJAR sama lu." "Sudah, Mar. Gue nggak apa-apa. Dan gue jujur, gue nggak bisa ngikutin saran lu untuk ninggalin dia." "Kenapa, Na?" tanyaku kesal, "Lu itu cantik, cerdas, baik hati, dan keluarga terpandang pula, lu itu nyaris sempurna, Na. Kenapa harus memilih dia? Lu bahkan bisa mendapatkan yang jauh 1000 kali lipat dari lelaki busuk itu." "Gue sudah terlanjur cinta, Mar." "Ah, cinta? Bulshiiit!" "Please, Mar. Gue butuh pengertian lu sebagai sahabat gue." "Gue ngertiin lu, Diana. Tapi justru lu sendiri yang nggak memahami diri lu. Menjalani cinta dengannya itu bukanlah keputusan yang benar." "Lu tahu dari mana, keputusan yang gue buat ini nggak benar? lu punya pacar aja nggak." "Bukan begitu, Na. Tapi coba lu lihat dengan mata hati lu. Apakah pantas lelaki kasar dan pengeretan macam dia itu mendapatkan cinta tulus lu? gue rasa nggak." Diana kembali terdiam cukup lama dan bangkit dari duduknya. "Na…" "Ya?" "Cinta itu adalah kesucian, kasih sayang. Dan cinta tidak seharusnya mematahkan logika." "Thanks." Diana berlalu tanpa menoleh kepadaku lagi.


Sejak hari itu Diana menghilang. Keluarga, teman, dan aku semua mencarinya. Handphone tidak bisa dihubungi. Dewo, lelaki bangsat itu pun aku hampiri ke kosannya, dan dia tidak tahu menahui mengenai menghilangnya Diana. Sampai akhirnya di pagi buta, datang kabar mengejutkan dari pihak kepolisian Jakarta Pusat yang mengabarkan telah ditemukan sesosok mayat perempuan dengan identitas yang sama dengan identitas teman baikku yang menghilang tiga hari lamanya, Diana Purnamasari. Semua langsung memburu ketempat kejadian perkara dan semua langsung terkejut seketika melihat Diana sudah terbujur kaku dengan leher tergantung diatas pohon mahoni Taman kota.

Bu Salma langsung menjerit histeris dan pingsan. Beberapa teman lainnya yang juga datang menatap tak percaya ke jenazah diana yang mulai diturunkan. Aku sendiri terdiam dalam kesedihan yang menggila. Meneteskan airmata dengan deras dan sambil mengutuki, siapa yang melakukan semua ini? Jenazah Diana langsung dimakamkan hari itu juga. Bumi menerimanya dengan dingin. Angin sore berhembus menggigit persendianku yang membeku. Aku terpasung pada kenyataan pahit yang harus aku temui, bahwa Diana sudah tidak ada lagi. Diana sudah pergi dengan membawa luka di hatinya. "Ini tas milik korban. Kami temukan di dekat pohon tempat almarhumah meninggal," ujar Pak Setyo, polisi yang membantu mengevakuasi jenazah diana. "Terimakasih, Pak." Sesampainya dirumah Diana usai pemakaman. Aku buka isi tas itu. Kutemukan binder biru miliknya. Kubuka halaman demi halaman, catatan demi catatan ku baca sampai di lembaran kesekian, aku terkejut dengan sebuah tulisan, "Ya Tuhan, ampuni hamba-Mu ini. Kami melakukannya lagi." WHAT? apa maksud semua ini? Aku teruskan membaca dengan seksama. "Tuhan, dokter Kartini sudah memberikan hasil lab kemarin. Dan ternyata, aku positif hamil. Bagaimana ini, Tuhan? aku bingung harus berbuat apa? Haruskah aku mengabarkan ke Papa Mama? Ah… tapi rasanya itu tidak mungkin. Papa Mama pasti akan kecewa berat. ya Tuhan, berikan aku jalan…" "Tuhan, hari ini Dewo memukuliku habis-habisan ketika aku mengabarkan kabar bahagia itu. Aku ikhlas menerimanya. Biarkan ia memukuli, walaupun aku sakit. Semua gara2 dia memintaku untuk menggugurkan kandungan ini, tapi aku menolaknya. Aku tidak mungkin bisa. Ini adalah buah dan bukti cinta dari hubungan kami berdua. Biarlah jika Dewo tak mau menerimanya, biar aku yang menanggungnya sendiri." "Hari ini aku melihat Dewo memasukan wanita lain ke dalam kamar kos-kosannya. Kupikir, wanita itu mungkin akan bernasib sama denganku, dihamili, lalu di tinggal pergi." "Tuhan, aku tidak sanggup lagi… aku ingin mati!" "Tuhan, ijinkan aku bertemu dengan-Mu hari ini." Itu tulisan terakhir dari Diary milik Diana. Aku tutup dengan hati yang basah. Diana, mengapa kau pergi dengan begitu cepatnya. Dengan cara yang tidak disukai Tuhan. Oh Diana, kami akan selalu merindukanmu. Semoga Tuhan mengampuni kesalahanmu. Do’a tak putus kami panjatkan untukmu, sayang. Aku tutup pintu kamar Diana dan meninggalkan buku itu diatas tempat tidurnya. Membiarkan kisah cinta diana yang penuh luka dan airmata itu tersembuhkan dan mengering dengan sendirinya.DOMINO99


Diana, cintamu penuh dgn ketulusan, tetapi si BANGSAT itu membalasnya dgn JAHANNAM! Aku berdo’a, semoga Tuhan memberikan balasan yang setimpal untuk orang yang telah merusak hidup Diana sampai sedemikian.

Sabtu, 28 Juli 2018

Kisah Nyata Ketika Cinta Ku Tidak Direstui








CROWNQQ - Ini cerita nyata antara aku dan pasanganku....

Betapa sakitnya hati ini harus memilih antara dia atau orangtuaku.Awalnya hubungan kami bak-baik saja bahkan orangtuaku yang lebih sayang sama dia baru aku.Dan akhirnya akupun juga sayang sama dia.Semakin hari rasa sayang kita semakin dalam meskipun ,seringnya perdebatan antara kita.

Suatu malam yang tidak pernah kami duga terjadi dan itu semua yang aku takutkan selama ini,karena aku dulu juga pernah mengalaminya sebelum dengan dia,aku pernah tidak diretui menikah dengan mantanku dulu.



Malam itu ayahku memanggilku untuk keruang tamu,perasaanku tidak enak,ada apa ini?
Perlahan-lahan aku berjalan keruang tamu.Dengan perasaan tidak enak aku mulai duduk,kulihat raut muka ayahku sepertinya dia ingin membicarakan hubungan kami.Tuhan,apalagi yang akan terjadi”Batinku”.

Duduklah”perintah ayahku.Wajahku menunduk.
Bagaimana hubunganmu dengan Dimas(Nama cowokku).Perasaanku benar-benar tidak karuanku,apakah akan benar-benar terjadi ini semua.

Baik yah”jawabku tetap menunduk”
Apakah dia serius denganmu,apakah orangtuanya juga setuju dengan hubunganmu?”Tanya ayahku”dan masih banyak pertanya’an dari ayahku yang membuatku benar-benar  terluka.

Dengan perlahan akupun menjawab” Dia benar-benar serius yah”.
Kamu tahu kamu adalah anak pertama dalam keluarga ini,kamu gadis yang kami banggakan,ayah dan ibu tidak ingin kamu terluka ”Panjang lebar ayah memberikan penjelasan.

Dan aku masih tertunduk.Tiba-tiba ayahku memberi pertanyaan yang membuatku menangis dan tubuhku terasa panas dingin.Rasanya aku ingin menjerit sekeras-kerasnya,ini terulang lagi.
Ayahku memberiku pertanyaan sekaligus pilihan untukku dengan tegas dan penuh kasih sayang.

“Fit,karena ayah dan ibu sangat tidak ingin kamu terluka apabila Dimas meninggalkanmu,tanya pada Dimas apakah dia mau mengajakmu tunangan dekat-dekat ini ,ayah dan ibu ingin tahu keseriusannya masalah nikah setelah dia selesai kuliah tidak apa-apa”hatiku sangat terkejut.

Akupun menjawab pertanyaan ayahku dengan meneteskan air mataku karena aku sudah tahu jawaban yang akan Kak Dimas berikan.

“Ayah,kak Dimas tidak bisa tunangan dekat-dekat ini karena dia masih kuliah,setelah kuliah baru bisa melamar fitri,fitri sangat yakin kak Dimas itu serius,karena baru pertama kali ini dia mau mengenalkan pacarnya kekeluarganya dan keluarganya juga terima fitri dengan baik”Air mataku menetes’.

“Kamu jangan terlalu percaya begitu saja,kalau dia tidak mau berarti dia memang tidak serius,tinggalkan Dimas,nanti ibumu akan sms ke Dimas,mulai sekarang lupakan Dimas,masih banyak laki-laki yang mau denganmu nak,ayah dan ibu hanya ingin yang terbaik untukmu yang serius untukmu”

Secepat itukah ayah memutuskan hubunganku dengan Kak Dimas,hatiku sangat sakit,sangat sakit sekali untuk kedua kalinya cintaku tidak direstui.Setelah ayahku berbicara panjang lebar,dengan isak tangisku aku pergi menuju kamarku.

Kuambil HPku,ku ketik sms untuk kak Dimas,kuceritakan semua yang terjadi,benar kak Dimas tidak bisa melakukan itu akupun tahu itu semua sulit untuknya,aku dan dia benar-benar berada dalam ruang yang hampa harus bagaimanakah ini?

Jika aku tidak meninggalkan kak Dimas aku durhaka pada orangtuaku,tapi jika kak Dimas setuju dengan permintaan orangtuaku maka dia akan membuat orangtuanya terluka.
Satu keputusan yang harus kita ambil kita harus berpisah untuk kedua orangtua kami.Kami yakin Tuhan punya jalan yang terbaik untuk kami.Malam itu aku tidak bisa tidur,sulit rasanya sangat sakit hati ini.

Pagipun tiba..

Dengan wajah pucatku dan tak bersemangat,matakupun masih terbendung aku mempersiapkan barang-barangku untuk berangkat ke Kediri karena pada waktu itu aku masih Kuliah Keperawatan di Kediri kepulanganku sehari itu ternyata membuatku jadi seperti ini.

Aku telah siap untuk berangkat,tapi sekali lagi ayahku memanggilku untuk menunjukan jawaban sms dari kak Dimas waktu ibuku sms dia.
Aku sudah tahu jawabannya”batinku”.

Ayahkupun memelukku dan berkata padaku”Sudahlah nak,ayah yakin kamu pasti dapat orang yang serius sama kamu,lupakan Dimas”Akupun menangis,menangisku bukan karena aku merasa dihianati leh kak Dimas ,tapi karena orangtuaku salah menilai Kak Dimas.

Aku tahu semua itu untukku,untuk kebaikanku,tapi kenalah lebih dekat dengan kak Dimas,pasti orangtuaku tak akan seperti ini.

Ayahku mengantarkan aku ke stasiun pagi itu.Diperjalanan aku masih smsn sama kak Dimas,air mataku masih terus menetes.Kak Dimas bilang padaku”maafkan aku karena aku tidak bisa menuruti apa kata ayah dan ibumu,karena fitri tahu kan kak Dimas punya tanggung jawab dengan keluarga kak Dimas”

Sepanjang perjalanan kami terus smsan,sedih sekali ingin menjerit sekeras-kerasnya,tapi ini sudah terjadi.Tiba di stasiun dan bebrapa menit kemudian aku naik kekereta dan keretapun berangkat.

Aku duduk didekat jendela sambil melihat pemandangan disekitarku agar hatiku terhibur.Namun semua itu sulit,karena aku teringat saat kami naik kereta berdua,duduk berdua waktu itu kak Dimas mengantarku keKediri semua itu demi aku,dan semua itu memberikan kenangan Indah untukku.

Aku masih ingin meneteskan air mataku saat itu,hingga akhirnya aku hanya bisa terdiam,tak menghiraukan orang sekitarku.

Sesampainya di Kediri aku juga teringat saat dia setiap 3minggu sekali menjengukku keKediri untuk mengobati rasa rindunya,keliling alun-alun Kediri,naik becak berdua,dan semua itu demi aku.

Aku telah tiba di asramaku dan masih smsn dengan kak Dimas meskipun orangtuaku melarang untuk tidak berkomunikasi dengan dia.Teman-temankupun tahu dengan keadaanku,karena aku curhat dengan sahabatku.Mereka memelukku dan menyemangatiku.

Dering HPkupun berbunyi,kak dimas menelfonku.
Air matakupun terjatuh saat mendengar suaranya,Tuhan aku tidak bisa seperti ini,sangat sakit rasanya,terlalu banyak kenangan kami dan sangat terlalu indah.

Dia berkata padaku”fitri tidak boleh menangis ya,kak Dimas sangat sayang banget sama fitri,jaga semua kenangan kita,kak Dimas akan selalu ada untuk Fitri kita memang berpisah tapi hati kita selalu menyatu,doain kuliah kak Dimas lancar,bisa membahagiakan orang tua,setelah itu kita bisa bersama lagi”

Aku tidak bisa berkata-kata lagi,aku menangis tiada henti.”Fitri maukan nunggu kak Dimas selesai kuliah biar kita bisa sama-sama lagi wujudin keinginan kita,jaga diri baik-baik diKediri,kak Dimas juga masih akan tetap njenguk fitri kesana sebagai sodara kak Dimas”BANDARQ

“Fitri jangan menangis seperti itu,kak Dimas tidak mau melihat fitri menangis harus kuat,kak Dimas sebenarnya juga tidak kuat,kak Dimas langsung berangkat ke Malang naik bus,tidak bisa kalau dirumah harus dengan fikiran seperti ini,kak Dimas mohon Fitri harus kuat”.

Semua kata-katanya membuatku tak mampu berbicara hanya tangis yang kuberikan.Hari itu aku terus mencari cara bagaimana lebih baikknya.Malamnya aku dan kak Dimas memutuskan bahwa kita tetap menjalani hubungan kami dengan syarat jarang ketemu dan tanpa status.Hatiku sedikit lega.

Hari demi hari kami lalui,tetapi rasanya hubungan kami berbeda dengan sebelumnya,tidak nyaman dan terbatasi.

Ternyata semua itu tidak membuatku tenang karena aku masih merasa bersalah pada orangtuaku.Hingga satu bulan kami menjalani hubungan seperti itu,aku memutuskan untuk berpisah saja,aku menguatkan diriku,karena sepertinya kak Dimas juga tidak begitu percaya lagi dengan hubungan kami.

Aku menyerah dan aku meninggalkan dia.Aku mulai dekat dengan cowok-cowok lain agar aku bisa melupakan dia.Kupaksakan perasaanku untuk melupakan dia meskipun itu semua sangat sakit.Tapi satu hal yang kulihat dari dia,dia tetap tenang dan tidak mencoba mencintai wanita lain.

Sebenarnya hubungan kami bisa diperbaiki,tapi orantuaku terlalu negative menilai Kak Dimas dan  aku juga sadar orangtuaku terlalu kawatir denganku.

Selama satu bulan itu aku mencari cintaku yang lain,hingga aku menemukan seseorang yang siap melamarku,tapi aku sadar ini semua hanya pelampiasanku,aku ingin menikah karena aku ingin melupakan kak Dimas dan karena otangtuaku.

Malam itu aku menelfon Ibuku dan ibuku berkata padaku”Jangan tergesa seperti itu nak,apakah kamu tidak sayang lagi dengan Dimas,ayahmu memang seperti itu,fikirkan baik-baik perasaanmu”

Apa yang dimaksut ibu seperti itu,apakah ibu memberiku kesempatan untuk bersama kak Dimas.Seperti malam-malam biasanya aku bersujud pada-NYA memohon jalan yang terbaik,aku iklaskan hubungan ku dengan kak Dimas dan aku akan mencoba mencintai orang yang bersamaku sekarang asalkan orangtuaku bahagia.

Setelah beberapa hari aku berfikir,hatiku berubah aku tidak ingin memaksakan perasaanku lagi,dan aku lebih memilih untuk sendiri aku melepaskan laki-laki yang sudah siap melamarku itu yang sudah mengenalkanku pada keluarganya.

Tuhan mempunyai rencana yang indah di saat kita mau bersabar dan iklas dan berkorban untuk orangtua kita itu yang kulakukan.

Malam itu ibuku sms padaku”Nak,ibu tidak melarangmu lagi untuk bersama Dimas jika itu baik untukmu,tapi pesan ibu jaga diri baik-baik jangan terlalu mencintai seseorang karena jika kalian tidak berjodoh kalian akan terluka,ibu akan bilang pada ayahmu agar mau menyetujui hubungan kalian”.

Seketika itu juga aku menangis,Tuhan mengabulkan doaku selama ini.Setelah dua bulan kami berada dalam kehampaan aku makin kurus,kuliah tidak konsen,sering diam,kak Dimas juga kuliah tidak konsen.

Mungkin faktor itu juga yang membuat orangtuaku berfikir lagi.Kuucap beribu-ribu terimaksih kepada ibuku yang mengerti apa mauku.DOMINO99

Esokkya aku pulang.Dirumah ayahku memanggilku lagi dan berkata padaku”nak,Jika memang Dimas pilihanmu tak apa,yang penting bisa jaga diri,mengertikan apa yang dinasehati ibumu”saat itu hatiku berubah secepatnya dari raut wajah dan hati yang hampa selama dua bulan kini aku bisa tersenyum.

Aku mengirim sms ke kak Dimas bahwa orangtuaku telah setuju lagi dengan hubungan kami.Tapi kak Dimas hanya merespon biasa,karena aku sadar betapa terlukanya kak Dimas denganku dan keluargaku aku bisa rasakan itu.

Aku terima keputusan kak Dimas,dia tidak ingin kembali padaku untuk saat ini,dia ingin berdiam dulu dan ingin aku lulus D1 perawatku karena pada waktu itu aku akan berangkat Praktek di Rumah Sakit luar kota kami selama 2 bulan.

Aku mencoba terima keputusan dia,awalnya aku tidak mengerti apa maunya setelah ada kesempatan dia malah menyia-nyiakan kesempatan itu.

Dan akhirnya aku mengerti maksut kak Dimas, tidak sampai aku selesai praktek,saat dua minggu praktek itu dia mengajakku untuk kembali lagi memperbaikki hubungan kami ,jauh lebih baik lagi.

Akhirnya kami bisa bersama lagi,yang awalnya aku rasa kalau ini sangat mustahil,ternyata semua cobaan itu berlalu karena doa,semangat,kesabaran,keiklasan dan karena mau menuruti nasehat orangtua kami.

Kami bercerita bagaimana hampanya kami selama dua bulan itu,saat dua bulan itu aku merasakan kak Dimas yang cuek dan tidak perduli,ternyata aku salah saat itu dia hanya ingin agar aku melupakan dia,dan bisa konsen dengan kuliahku.

Dan waktu itu ternyata dia memiliki mata-mata diantara teman-temanku yang bisa memantau setiap kegitanku.Satu hal lagi yang membuatku bahagia di setiap doanya dia selalu berdoa.

”Tuhan ,tidak apa-apa saat ini aku dan dia tidak bisa bersama tapi aku mohon jangan biarkan dia dimiliki oranglain biarkan dia kembali padaku”Tuhan mengabulkan doanya.

Sejak saat itu kami lebih menjaga dengan baik hubungan kami,dan selamanya .tidak ada niat sedikitpun dari hati kami untuk berpisah karena hati kami telah menyatu tidak menghiraukan oranglain lagi.Dan selalu abadi,,,

Sampai detik ini juga dia yang selalu menjagaku di tempat mengajarku Bimbingan Belajar KaBaTaku,yang setiap aku butuh seseuatu dia selalu datang ketempatku.
Seperti Matematka cinta kamu yang pasti tidak akan pernah berubah..^_^

Kamis, 26 Juli 2018

TERKADANG MENCINTAI TAK HARUS MEMILIKI



CROWNQQ - Untuk kali ini gua bakalan bahas tentang Cinta Tak Harus Memiliki ini adalah sebuah kisah nyata yang gua coba bagikan ketemen-temen sekalian. Meskipun saya pemula mudah-mudahan dapat dinikmati :)

Karena ini adalah cerita nyata dan gua buat menjadi artikel di postingan gua perlu diketahui untuk membuat cerita ini gua udah dapet izin dari pihak yang bersangkutan. Lagian gua disuruh buat kok , katanya dia request biar kisah cintanya bisa abadi. *Maklum Otaknya Kurang

Cinta adalah sebuah anugerah yang diberikan tuhan kepada kita sebagai ciptaannya yang paling sempurna dimuka bumi , tapi tak banyak juga dari kita yang menjadi korban dari cinta itu sendiri.

Sama seperti Adi , pemuda kelahiran asli Jakarta berzodiak Cancer itu menjadi korban dari pada cinta, dia dan cintanya lah yang akan dibahas kali ini.

Biar kita bahas terlebih dahulu indahnya ikatan cinta yang dialami Adi sebelum Adi merasa betapa sakitnya menjatuhkan dirinya sendiri kepada yang namanya cinta.

Ketika itu Adi mengenal cinta umurnya baru menginjak 16 tahun , dia bersekolah disebuah sekolah biasa-biasa saja bisa dibilang tidak terlalu jelek maupun jika dibilang bagus sangatlah jauh.

Pada saat awal penerimaan murid baru disitulah Adi merasakan jatuh cinta kepada seorang gadis , gadis yang mulai beranjak dewasa itu memiliki paras yang cantik , mata yang indah , kulit sawo matang yang bersih , dan juga rambut hitam yang tergerai.

Meskipun Adi waktu itu masih duduk dibangku SMP (Sekolah Menegah Pertama) tapi ia tak bisa mengelak bahwa dia merasakan cinta pada pandangan pertama.

Sang gadis yang notaben adalah anak baru , sementara Adi adalah seorang senior dalam lingkungan sekolahnya. Membuat Adi lebih mudah untuk berkenalan dan lebih mudah udah mengetahui Profil pribadi si gadis.

Erika , kita sebut saja namanya seperti itu, gadis yang berhasil meluluh-lantahkan hati Adi.

Untuk awalan Adi berpikir bawah tidaklah mungkin ia dapat menjalin kasih dengan Erika , dikarenakan status keluarga Erika yang sangat terpandang dan begitu bertolak belakang dengan keluarga Adi.DOMINO99

Waktu itu Adi belum bisa dikatakan pemuda , jadi bisa kita bilang dia masih bocah ingusan.

Tapi udah bergaya cinta-cintaan , banyak rintangan yang dilalui Adi dalam mendapatkan hati dari Erika mulai dari mengetahui bahwa Erika tidak menyukainya malah Menyukai teman baik dari Adi sendiri , juga Keluarganya yang sudah pasti akan menolak Adi.

Adi berlatar belakang dari keluarga sederhana , ayah ibunya hanya seorang pekerja biasa dan juga tidak memiliki keuangan yang baik , berbeda dengan Erika yang berlatar belakang keluarga terhormat karena ayah dari Erika sendiri adalah seorang yang memiliki profesi yang cukup dipandang.

Namun yang dikatakan orang memang benar ketika cinta sudah tumbuh sulit untuk melupakannya , meskipun Adi sudah mengetahui bahwa cintanya akan kandas , bahkan bisa dibilang tidak akan pernah tergapai.

Dia tidak pernah berpikir untuk "MENYERAH"....

Salut kita berikan dia apresiasi *prok-prok-prok..

Tapi terbukti dengan gigihnya dia berjuang buat Erika luluh akhirnya mereka pun menjalin hubungan secara diam-diam ( BACKSTREET ).

Untuk permulaan kisah meraka begitu indah serasa dunia milik mereka berdua , Adi yang sudah mulai masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi . Tetap menjadi sosok pemuda yang sangat Erika cintai.

Namun cinta tinggal cinta , setiap bangkai yang kita sembunyikan suatu saat akan tercium . Diketahuilah Adi menjalin hubungan dengan Erika secara diam-diam , Betapa murkanya Sang Ayah kepada Erika sampai Erika pun dipaksa untuk memutuskan cinta suci yang mereka bangun secara sepihak.

Bukan hanya itu langkah yang dipakai ayah Erika untuk memisahkan cinta mereka , Erika pun dipaksa untuk pindah keluar kota oleh ayahnya , sehingga tali komunikasi mereka hilang begitu saja.

Setengah dari cerita ini , katanya sih biasa aja ya readers. Mungkin Adi cuman cinta monyet bener ga ?

Setelah ditinggal pergi oleh Erika , Adi pemuda yang biasanya riang gembira , suka memecahkan suasana yang hening menjadi ramai mulai berubah menjadi cendurung pendiam , lebih suka menyendiri.

Tapi Adi tidak tinggal diam , Adi selalu mencoba cara agar dapat menghubungi Erika berbagai cara Adi lalukan , belum lagi banyak sekali perkataan orang-orang yang terkadang membuatnya sedih.

Sekilas mungkin muncul dibenak Adi bahwasannya harusnya dia menerima kenyaataan , harusnya dia tau diri dan tidak mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin dia lakukan .

NAMUN.....

Ketika hati sudah memilih pemiliknya logika kita akan sulit untuk melawannya, selama hampir 1 tahun Adi tidak dapat berkomunikasi dengan gadis yang sangat dia cintai.

Cinta yang Adi rasakan tidak berubah , tidak berkurang , justru dia berpikir bahwa dia harus membuktikan kepada ayah Erika bahwa dia memang benar mencintai anak gadisnya. Selama kepergian Erika banyak wanita yang datang dan pergi dalam hidup Adi dari yang sangat menyukainya , sangat memperhatikannya dan sangat-sangat lain sebagainya . Hebatnya Adi tidak pernah mencoba membuka hatinya untuk wanita lain.
Jika kita berpikir dengan logika Adi adalah pemuda yang masih sangat belia dalam hal cinta mengapa dia tidak mencoba untuk membuka hatinya kepada wanita lain ? mencoba kisah cinta yang baru ? Teman-teman Adi silih berganti untuk menghiburnya tak jarang juga temannya yang bernama Pratama memberikan nasihat untuk melupakan Erika. Entah mengapa Adi tetap teguh dengan cintanya  dia selalu berharap dapat bertemu dengan sang gadis dan menjalani kisah mereka seperti dahulu,

Waktupun berlalu sangat cepat Adi menemukan titik terang atas Penantiannya selama ini , dia berhasil berkomunikasi dengan Erika meskipun via telepon. Memang malang waktu yang ditunggu Adi malah menjadi sebuah kesedihan yang sangat amat mendalam bagi Adi. Dikatakan Erika kepada Adi bahwa cobalah melupakannya , dikatakan pula bahwa Adi bukalah pemuda yang dia cintai lagi. Hancur, galau , ingin mati rasanya Penantian yang kubuat selama ini sia-sia ... hanya itu yang ada dalam pikiran Adi saat itu. Berceritalah Adi kepada teman akrabnya Pratama bahwa begitu hancurnya perasaan dia dengan dia berjanji untuk melupakan Erika , Pratama juga mendukung keputusan yang dibuat oleh Adi dengan janji hendak mengenalkan wanita lain kepada Adi.

Bayangkan bagaimana perasaan readers dengan penantian yang bisa dibilang cukup lama tapi ujung-ujungnya sia-sia . Cinta monyet sepertinya tidak .... lanjutttt....

Hari berganti hari , minggu pun berlalu Adi yang sempat menjadi pendiam akhirnya kembali seperti semula menjadi pemecah suasana kembali , namun tak bisa dipungkiri sebenarnya dia hanya bersembunyi dibalik senyum palsunya. Akhirnya Adi mulai mencoba membuat hati dengan seorang perempuan bernama Lidya . Sama seperti Erika, Lidya juga adalah adik kelas Adi. Awalnya Adi menolak dikenalkan dengan Lidya dengan alasan tidak menyukainya.

Pratama yang pintar membaca suasana dan giat mencomblangkan mereka akhirnya mengetahui bahwa sebenarnya mereka memiliki hubungan khusus namun enggan memberitahukan kepada orang-orang terlebih dilingkungan sekolah. Terbukti ketika sekolah mengadakan suatu kegiatan mereka terlihat akrab dan juga sangat dekat , memang tidak heran Adi memang cukup pupoler disekolahnya.

Setelah Adi cukup yakin dengan Lidya timbulah rasa ingin memiliki. Adi memang mengharapkan wanita yang mulai bisa membuat dia melupakan masa lalunya.

Tapi memang yang namanya cinta itu akan buat kita bodoh seperti orang yang kebanyakan makan micin, Otaknya ga dipake yang dipikirin cuman cinta dan cinta.

Erika dengan mudahnya kembali ke kehidupan Adi dengan menanyakan siapakan Lidya itu , mengapa mereka terlihat dekat? apakah semudah itu Adi melupakannya?

Diketahui Erika bahwa Adi sudah dekat dengan wanita lain yaitu melalui Sosial Media. Mulailah Erika Menarik Adi ke dalam lingkaran siksa cinta kembali.

Adi yang memang masih mencintainya dengan tulus, dengan mudahnya meninggalkan Lidya dengan harapan Erika masih mencintainya dengan tulus.

Namun ketika Adi sudah menjauhi Lidya dan mulai menaruh harapan kembali kepada Erika , Lagi-lagi Erika mempermainkannya kembali dengan tiba-tiba mengatakan bahwa Adi harus melupakanya untuk kedua kalinya.

Hancur, galau , ingin mati rasanya Part 2 *haha tapi kali ini bukan karena penantian yang sia-sia melainkan karena Adi sudah melepaskan wanita yang begitu mencintainya demi wanita yang dia cintai , namun akhirnya yang dia dapatkan atas pengorbanannya adalah kekecewaan yang mendalam. Lagi-lagi Adi yang malang terluka begitu dalam ....

Pada suatu hari terdengarlah kabar bahwa Erika kembali ke sekolah yang dulu pernah dia tinggalkan Pratama yang memberitahukan hal baik itu kepada Adi , namun Adi terlihat biasa saja juga tidak berkata sepata-katapun bahwa begitu mendapatkan kabar seperti itu Adi pergi begitu saja.Namun dalam hatinya betapa bahagianya dia walaupun dia hanya dapat melihatnya tapi itu sudah lebih dari cukup dari pada tidak sama sekali , selama ini mereka hanya dapat berhubungan via telepon saja tanpa kontak fisik.

Hanya saja dia harus menutupi kesenangan tersebut karena dia telah mengatakan bahwa dia akan melupakannya dan tidak akan berhubungan dengan Erika dengan alasan ingin melihatnya hidup bahagia. Hari yang ditunggu Adi telah tiba , dimana ia sebagai seorang senior harus mengenalkan sekolah barunya kepada adik-adik kelasnya yang baru masuk kesekolah tersebut hal itu memang sudah lazim dilakukan dan merupakan  keharusan.

Dengan menahan rasa gembiranya Adi hanya dapat menghembuskan gumpalan asap dari mulutnya ketika berada disuatu tempat makan dipinggir jalan sambil menikmati manisnya kopi hitam yang di beri gula. Namun siapa sangka terdengarlah kabar bahwa Adi Dan Erika kini menjalin kasih entah apa yang terjadi diantara mereka mungkin hanya tuhan yang mengetahuinya , satu tahun lagi Adi bukan lagi seorang siswa yang masih memakai segaram ketika hendak melakukan aktivitas disitu pula Adi berjanji bahwa akan membahagiakan hidupnya setelah ia sudah mulai menghasilkan uang dengan bekerja.

Bukti yang diberikan Adi begitu jelas, dengan merantaunya Adi ke negeri jiran tak kenal lelah ia membanting tulang untuk mewujudkan mimpinya dan membuktikan kepada ayah dari Erika bahwa dia layak untuk mendampingi anaknya , serta janji Erika untuk setia kepadanya menambah bulatan keputusan Adi untuk merantau. Dengan bermodalkan cinta dan nekat serta semangat yang tak pernah padam , Adi terus berusaha dan berusaha tapi apa yang di lakukan Erika dibelakng Adi ? setiakah Erika ?

Cinta , janji , semangat , usaha , perjuangan , dan pengorbanan . Semua sia-sia ketika Adi mengetahui bahwa ternyata orang yang paling dia cintai dengan tulus , menjalin kasih dengan orang lain secara terang-terangan.

Mengapa bisa ? aku telah melakukan yang terbaik !! aku mengorbankan segalanya tapi mengapa tega dia berbuat seperti itu kepadaku , janji akan setia kemana janji itu ? hanya itu yang menjadi pertanyaan didalam hati Adi yang kini hancur untuk kesekian kalinya. Kandas cinta Adi pun menjadikan ia sosok yang  tidak mempunyai semangat untuk bekerja , hidupnya berantakan HIDUP SEGAN MATI TAK MAU

Tapi memang begitulah cinta  CU PAI KAI mengatakan " Dari dulu begitulah cinta deritanya tiada akhir "


Sebenarnya dalam lubuk hati Adi yang terdalam masih tersimpan begitu banyak cinta tulus untuk Erika, disaat dinginnya malam yang digunakan orang untuk tertidur terselip pikiran betapa kuatnya kerinduan akan bekas kekasihnya dulu. Memang sekarang Adi sudah mencoba untuk membuka hatinya kepada wanita lain, dan mencoba mengubur jauh cinta matinya seiring jalannya waktu , hanya saja semua itu tak semudah membalikan telapak tangan.

Untuk sekarang dan untuk pengorbanannya yang terakhir dia merelakan orang yang paling dicintai pergi dan bahagia bersama  orang lain dengan harapankan sesekali jika dia terluka lihatlah kebelakang Aku ya  "AKU ADI MASIH TETAP DISINI MENUNGGUMU ".

Ini bagus buat semangatin si Adi seandainya dia baca

Mungkin dari kisah Adi dan Erika kita dapat membenarkan perkataan bahwa terkadang Cinta Tak Harus memiliki , dari situ juga kita belajar lebih baik mencoba meskipun hasilnya buruk setidaknya kita mengetahui hasilnya dari pada tidak sama sekali .

KISAH NYATA PENANTIAN KU YANG PANJANG



CROWNQQ - Aku Kirana, salah seorang siswi di sebuah sekolah menengah pertama yang terkemuka di kota ku, ini adalah tahun ke-2 ku di sini, dengan kata lain sekarang aku sedang duduk di bangku kelas VIII atau kelas 2 SMP. Aku bukan siswi yang populer, aku tidak cantik, tidak kaya, tidak pintar dan bukan seorang bintang sekolah, tapi.... ini adalah KISAH ku !!

Tahun pertama ku di sekolah ini kurasakan biasa-biasa saja, tak ada cerita menarik, tak ada pengalaman yang berbeda dari biasanya dan tak ada hal-hal istimewa yang ku pelajari, semuanya berjalan sesuai alur waktu, mengalir seperti air, tak ada hambatan dan tak ada masalah. Untuk sesaat aku menikmati kebiasaan ku, karena bagi ku aku bukan orang yang istimewa, jadi tak akan ada sesuatu yang istimewa dalam hidupku...

Tapi... di tahun ke-2.... awal cerita ku,

“Anak-anak, hari ini ada murid baru yang akan masuk di kelas kita dan akan belajar bersama kalian di kelas ini mulai hari ini” ucap bu Nurma, wali kelas ku.

“Ibu harap kalian bisa menjadi teman yang baik dan saling menghargai” lanjut beliau

“iya bu guru....” riuh jawaban dari teman-teman se-kelas ku

“Dika, perkenalkan dirimu, baru setelah itu kamu mengisi bangku yang kosong sebelah sana” kata bu Nurma sambil menunjukkan bangku yang akan ditempati oleh si murid baru

“Baik bu’” angguknya pada bu Nurma dan melanjutkan “Nama ku Andika Nugraha, panggil aja Dika, aku pindahan dari Surabaya, mohon kerjasamanya”

“Ia, slamat datang Dika, semoga kamu betah disini” jawab si Haris ketua kelas ku

Itulah crita singkat awal kedatangannya, hari-hari terus berlalu, baru 1 minggu Dika di sekolah ini dia sudah menjadi buah bibir anak-anak satu sekolahan. Untuk sejenak aku tak peduli dengan apa yang mereka bicarakan, meski mereka bilang cakep, pintar, baik dan lain sebagainya tentang dia, tapi aku tetap tak peduli, untuk apa?? Toh bagi ku tetap semuanya terasa biasa saja.
****
Pada saat pelajaran keterampilan, kami diberi tugas kelompok untuk di kerjakan bersama kelompok masing-masing, dan ketika pembagian kelompok, nama ku dan nama Dika berada pada kelompok yang sama, aku tak kaget, toh itu biasa aja.... DOMINO99

“Kita akan berkumpul di rumah Linda untuk mengerjakan tugas ini, gimana? Setuju gak?” Ucap sang ketua kelompok. Dan semua menyetujui

“ok, semua sepakat, kita akan mengerjakan tugas hari ini, jam 4 sore sampai selesai” lanjutnya lagi.

Hampir 3 jam kami mengerjakan tugas kelompok kami, namun belum juga selesai, waktu sudah menunjukkan jam 6 kurang 15 menit....

“Gimana kalau tugas ini kita lanjutkan besok saja? Ini sudah hampir magrib, kita harus bubar” tiba-tiba suara itu memecah keheningan kami, suaranya Dika.

Dan untuk pertama kalinya aku kaget mendengar suaranya, dan saat itu aku mulai memperhatikannya...

3 hari akhirnya tugas yang kami buat selesai, dan tiba saatnya untuk dikumpulkan dan mempresentasikannya. Aku dan Dika mendapat tugas untuk mempresentasikannya, menjelaskan apa yang kami buat dan apa kegunaannya.

Sejak saat itu Aku dan Dika semakin akrab, aku mulai merasa nyaman bersamanya, aku suka cara bicaranya, aku kagum dengan cara berpikirnya, dan aku terpesona melihat senyumannya...
****
Setiap pagi datang ke sekolah, orang yang pertama aku temui adalah Dika, begitupun sebaliknya Dika selalu datang menyapa ku sebelum ia ke bangku tempat duduknya. Dan kami menjadi sahabat. Sebagai sahabat, dika sangat perhatian pada ku, ia selalu mengajakku ke kantin bersama, pulang bareng, belajar bersama, bahkan ia selalu bertanya tentang tugas atau PR-PR ku, seperti hari ini...

“Ran, PR matematika mu sudah dikerjakan?” tanya Dika, karna dia tau betul kalau aku paling jarang ngerjain PR.

“udah sih Dik, tapi baru sebagian, karena aku gak tahu cara nyelesaiinnya...” jawabku polos saja

“Ya udah, nih salin aja punya ku, mumpung bel masuk belum berdering, ntar kamu kena hukuman lagi lho...” godanya sambil tersenyum dan menyodorkan buku PR-nya pada ku

Tak tunggu lama, aku langsung menyambar buku PR-nya “makasih ya Dik, kamu memang sahabatku yang super super baik, hahaha” balas ku menggodanya.

Perhatian Dika memang sangat luar biasa bagi ku, aku merasa dia lebih dari sahabat, meski aku tahu dimatanya aku hanyalah sahabat, dan akan selalu menjadi sahabat. Tapi bagi ku caranya memperhatikan ku lebih dari segalanya, bahkan orang tua ku tak pernah memberikan aku perhatian sebesar ini....

“Sibuk banget Ran, ngapain sih? Ini udah jam istrahat lho?” ucap Dika membuat ku kaget

“Oh, ini aku harus ngerjain tugas buat di kumpul selepas istrahat” jawab ku

“Mangnya masih banyak ya? Kita ke kantin dulu yuk...” ajak nya

“Maaf Dik, ne masih banyak, aku harus segera menyelesaikannya” jawab ku lagi

“Ya udah, aku ke kantin dulu ya, laperrrr, hehehe” katanya sambil nyengir

“Ia” jawab ku singkat

Beberapa menit kemudian, lagi-lagi Dika membuat ku kaget, Ia meletakkan satu botol minuman dingin dan sebungkus makanan ringan di meja ku...

“Minum dulu, kamu pasti haus, dari tadi kepanasan dalam kelas” katanya sambil tersenyum manis
Aku terpaku, aku menatapnya dalam dan sangat dalam, aku terpesona dengan kebaikannya, dengan perhatiannya....

“Kamu kenapa Ran? Kesambet ya?” tanyanya heran melihat tingkah ku yang aneh
iklan tengah
justify;">
Untuk sejenak aku tak menjawab, aku hanya tersenyum padanya dan berkata “Makasih banyak ya Dik...” hanya itu yang bisa ku katakan, seakan bibir ini tak mampu lagi mengucapkan kata-kata.

Bagi ku Dika sangat luar biasa, dia selalu membuatku kagum, dia mampu memberikan perhatian yang tak pernah aku dapatkan dari siapa pun, membuat perasaan ku berubah. Entahlah... apa yang aku rasakan, debaran ini, pesona itu... membuatku merasa berbeda, aku belum mengerti perasaan ini. Dan yang membuat aku benar-benar terhanyut saat itu, saat ia memberi ku kejutan di hari ulang tahun ku... AGEN BANDARQ

“Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday Kirana, happy birthday to you....” Dika menyenyikan lagu itu dibelakang ku sambil memegang sebuah kado mungil berwarna jingga.

Saat itu masih pagi, sebelum bel masuk kelas berbunyi, tanpa aku sadari Dika berdiri dibelakangku dan menyanyikan lagu itu, untuk hari kelahiran ku.

Aku berbalik segera saat aku mendengar suaranya, aku tak mampu berkata apa-apa, aku terharu... air mata ku mengalir dengan sendirinya. Untuk sepanjang hidup ku, baru kali ini ada yang memberi ku kejutan di hari ulang tahun ku. Aku benar-benar terharu....

“Kok nangis? Slamat ulang tahun ya, semoga yang terbaik selalu bersama mu” ucapnya tersenyum sambil menyodorkan bingkisan mungil yang ada ditangannya.

Aku semakin terharu, air mata ku semakin deras mengalir.... Dan tak peduli dengan sekitar ku, aku langsung memeluk Dika...

“Ran, kamu kenapa? Ini kan hari bahagia mu, kenapa kamu menangis?” tanya nya lagi

Aku yakin, tak hanya Dika, teman-teman yang lain pun heran melihat kejadian ini, tapi jujur saja, aku tak bisa menahan air mata ini, aku sangat terharu dan senang dengan apa yang terjadi saat ini.

“Aku terharu Dik, karna aku sangat-sangat bahagia untuk semua ini” kata ku sambil menatap dalam matanya

“Selama ini, jangankan untuk memberi kejutan, mengingat hari ulang tahun ku saja tak ada, tak satu pun peduli” lanjut ku dengan deraian air mata

“Ya sudahlah, jangan nangis, hapus air matamu dan buka lah kado dari ku” kata Dika sambil mengusap air mata ku dengan ibu jarinya

“ini air mata bahagia Dik” kata ku sambil tersenyum

“Aku tahu kok” jawabnya dengan senyuman

Aku membuka hadiah mungil yang diberikan oleh Dika, aku senang, isinya sebuah jam tangan berwarna pink dengan gambar Hello kitty kesukaan ku

“Makasih banyak ya Dik, ini sangat istimewa” kata ku memperlihatkan kado yang ia berikan

“Sama-sama Ran, ini aku berikan biar kamu tidak terlambat lagi ke sekolah, hehee” katanya sambil tertawa kecil
****

Hari-hari terus berganti, bulan pun berlalu, hingga waktu terasa berjalan begitu cepat. Dika kini menjadi bintang di sekolah, dia pun semakin populer, dengan keramahan dan kecerdasannya. Jangan kan murid-murid, guru-guru pun senang kepadanya. Semakin banyak yang mengaguminya dan semakin banyak pula cewek-cewek yang mendekatinya. Ya... aku akui kalau dia memang pintar, cerdas dan baik hati, tak heran jika dia menjadi begitu populer, ditambah lagi dengan wajah yang tampan dan senyuman yang begitu menawan....

Semakin sering bertemu, semakin lama bersama, semakin aku tak mengeti dengan perasaan hati ku ini, aku tak tahu, kenapa akhir-akhir ini ada perasaan berbeda yang berkecamuk dalam hati ku, ada sesuatu yang tak bisa ku jelaskan, ada getaran aneh yang mengaliri seluruh tubuhku saat ku berada di dekatnya, ketika aku melihat senyumnya aku terpesona!! Dan ini tidak seperti biasanya...

“Aku menyukainya lebih dari sahabat, ya! Aku mencintainya” guman ku

“Tapi bolehkah aku mencintainya? Mungkinkan ia merasakan hal yang sama?” pikiranku kembali mengganggu ku

“Aku mencintainya dan aku ingin menyatakannya” pikir ku

“tapi bagaimana kalau dia menolakku? Atau dia menertawakan ku? Atau bahkan persahabatan ini jadi kacau gara-gara perasaan ku?” ahh... ini benar-benar mengganggu ku.

Belum juga sempat aku berfikir untuk mengungkapkan perasaan hati ku, aku sudah mendengar gosip-gosip bahwa Dika kini pacaran dengan Murni gadis yang dikenal paling cantik disekolahan...

“Boommmm” hancur lebur hati ku bagaikan terkena gempa ribuan skala rihter.

“aku kecewa, aku sakitttt....” tangis ku dalam hati, aku patah hati sendiri, tapi aku tetap mencintainya

Waktu terus berlalu, tahun pun berganti, kini aku dan dika semakin jarang ngobrol, jarang bertemu, meski kami berada dalam satu kelas, namun terasa jauh.... karena kini ia telah melabuhkan hatinya dan banyak menghabiskan waktunya bersama gadis yang menjadi kekasihnya.

Waktu untuk ku? Tak ada lagi, tiap hari Cuma sebatas “say Hallo” atau hanya sebuah senyuman saat kami berpapasan. Aku sedihhhhh...... dan ini tidak biasa.

“Dika dan Murni, pasangan yang serasi, lalu aku...??? Aku bagaimana?” guman ku

“Hati ini telah terpesona, hati ini telah penuh oleh dirimu, tapi kamu tak mengerti” tangis ku sendiri...

“Perih hati ini, hancur perasaan ini, dia memang lebih segalanya dari ku, dia memang lebih pantas bersama dengan mu, tapi hati ku tak bisa menerimanya” ocehanku sendiri, hanya bisa meratapi kelemahan ku, tak ada yang istimewa, aku hanya gadis biasa...

Aku larut dalam kesedihan panjang, aku kembali seperti biasa sebelum bertemu dika, meski perih menyayat hati, aku sadar aku hanya biasa, tapi cinta ku... Luar biasa.

Sampai akhirnya Dika kembali ke kotanya... pergi dan tak kembali lagi, membawa sedih ku, membawa duka ku dan juga membawa hati ku. Meski kamu tak pernah tau aku mencintaimu, tapi hati ku telah pergi bersama mu...

“Kini kau pergi semakin jauh, sekali lagi aku patah hati tanpa kau tahu” tangis ku lirih

“Kepergian mu menambah luka ku, membawa hati ku, dan lagi-lagi kau tak tahu, hiks hiks...” masih menangis ku dalam kesendirian, tanpa ada yang tahu... hati ku terluka, hati ku tlah pergi, namun aku selalu mencintainya.

Aku tetap mencintaimu Dika, sampai kini... belasan tahun tlah berlalu, tapi hati ku tetap memilih mu. Aku telah tenggelam dalam lautan cintaku untuk mu dan penantian panjang ini.... hanya untuk mu!!

Selasa, 24 Juli 2018

KISAH NYATA PERSELINGKUHAN DENGAN NITA



CROWNQQ -Meskipun tinggal di Jakarta dan digaji besar, aku lebih suka tinggal di perkampungan. Kosku berada di wilayah Jakarta Selatan dekat perbatasan Tangerang. Lokasinya yang nyaman dan tenang, jauh dari hiruk pikuk kota, membuatku betah tinggal lama disini sejak tahun 2002. Sudah 7 tahun lebih aku belum pernah pindah. Tetangga-tetangga pun heran mengapa aku betah tinggal disitu padahal bu kostku terkenal orangnya kolot dan masih memegang tradisi lama. Orangnyapun alim dan tidak suka anak kostnya berbuat macam-macam dan kalau ketahuan sudah pasti diusir dari rumah kostnya. Rumah kostku 2 lantai yang disewakan hanya 5 kamar dengan ukuran sedang dan kostnya baik untuk putra maupun putri, yang masih single maupun yang sudah berkeluarga. Kamar mandi untuk anak kost disedakan ada 2 didalam rumah satu dan yang diluar juga ada. Ibu koskupun tinggal disitu cuman tinggal di kamar sebelah dalam bersama anak semata wayangnya Mas Rano. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2005, Rumah kost hanya terisi dua satu untukku dan sebelahnya lagi keluarga Mas Tarno berasal dari Yogyakarta. Mas Tarno umurnya 2 tahun diatasku jadi waktu itu sekitar 26 tahun. Istrinya bernama Nita seumuran denganku. Nita orangnya manis putih tinggi sekitar 165 cm ukuran payudara sekitar 34-an.BANDARQ

Cerita Sex Ngentot Dengan Nita di Kost
Mereka sudah dikaruniai satu orang anak masih berumur 2 tahun bernama Rara. Mas Tarno orangnya penggangguran. Jadi untuk keperluan, Nita-lah yang bekerja dari pagi sampai malam di sebuah Supermarket terkenal (supermarket ini sering dikenai sanksi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha lho!!!….hayo tebak siapa bisa..hahahaha….) sebagai SPG sebuah produk susu untuk balita. Karena keperluannya yang begitu banyak, Nita (menurut pengakuannya) sampai meminta pihak manajemen untuk bisa bekerja 2 shift. Tentunya keluarga macam ini sering cek-cok. Nita mengganggap Mas Tarno orangnya pemalas bisanya hanya minta duit untuk beli rokok. Padahal jerih payah Nita seharusnya untuk beli susu buat Rara putrinya. Mas Tarno pun sering membalas omelan-omelan Nita dengan tamparan dan tendangan bahkan dilakukan didepan anaknya. Aku sendiri tidak betah melihat pertengkaran itu. Suatu saat, Mas Tarno dapat pekerjaan sebagai ABK dan tentunya harus meninggalkan keluarganya dalam waktu yang cukup lama. Nita senangnya bukan main mendengarnya. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Pada malam itu, aku ngobrol dengan Nita dikamarnya sambil nonton TV. Si Rara muter-muter sambil bermain maklum umur segitu masih lucu-cucunya. “Sekarang sepi ya, Nit….nggak ada Mas Tarno.” kataku “Lebih baik gini, Ted. Enakan kalo Mas Tarno nggak ada.” Keluh Nita kepadaku. “Emangnya Kenapa?” tannyaku. “Mas Tarno tuh kerja nggak kerja tetep nyusahin. wajar khan kalo aku minta duit ke Mas Tarno? Aku khan istrinya. Eh, Dianya marah-marah. Besoknya aku diomelin juga ama ibu mertuaku. Katanya aku nggak boleh minta duitnya dulu biar bisa buat nabung. Gombal!!! Aku nggak percaya Mas Tarno bisa nabung!!!” Dia jawab dengan marah-marah. “Sabar ya…” Aku mencoba untuk menenangkannya apalagi Rara dah minta bobo’. “Seandainya Mas Tedy yang jadi suamiku mungkin aku tidak akan merana. Mas Tedy dah dapat pekerjaan tetap dan digaji besar sedangkan suamiku, Mas Tarno hanya pekerja kasar di kapal itupun baru sebulan sebelumnya penggangguran.” Keluhnya. “Udah…jangan berandai-andai….biarkan hidup mengalir saja.” Jawabku sekenanya. “Mas, ….. Tiba-tiba Nita duduk disebelahku mengapit tangganku dan menyandarkan kepalanya. Aku sungguh terkejut. Aku tahu Nita butuh kasih sayang, butuh belaian, butuh perhatian. Bukan tendangan dan tamparan. Aku balas dia dengan pelukan di bahunya. Sayang sekali Wanita semanis Nita disia-siakan oleh laki-laki. Tapi Aku juga laki-laki normal punya nafsu terhadap wanita. Justru inilah kesempatanku untuk mengerjai Nita apalagi ibu kostku menjengguk keluarganya di Surabaya selama seminggu dan baru berangkat kemarin malam dan Mas Rano dapat jatah kerja Shift malam di sebuah Mall. Yuhuyyy…akhirnya kesempatan itu tiba!!! Kutoleh Nita yang saat itu sedang memakai daster, tanpa basa basi aku langsung merengkuh tubuh Nita yang montok itu kedalam pelukanku dan langsung kucium bibirnya yang tipis itu. Nita memeluk tubuhku erat erat, Nita sangat pandai memainkan lidahnya, terasa hangat sekali ketika lidahnya menyelusup diantara bibirku. Tanganku asyik meremas susu Nita yang tidak seberapa besar tapi kencang, pentilnya kupelintir membuat Nita memejamkan matanya karena geli. Dengan sigap aku menarik daster Nita, dan seperti biasanya Nita sudah tak mengenakan apa apa dibalik dasternya itu ternyata Nita memang sudah merencanakannya tanpa sepengetahuanku. Tubuh Nita benar benar aduhai dan merangsang seleraku, tubuhnya semampai, putih dengan susu yang pas dengan ukuran tubuhnya ditambah nonok yang tak berambut mencembung. “Eh gimana kalo si Rara bangun?” tanyaku. “Tenang aja Mas Tedy, Susu yang diminum Rara tadi dah aku campurin CTM.” Jawabnya dengan gaya yang manja. Benar-benar persiapan yang sempurna. Ketika kubentangkan bibir nonoknya, itilnya yang sebesar biji salak langsung menonjol keluar. ketika kusentuh dengan lidahku, Nita langsung menjerit lirih. Aku langsung mencopot baju dan celanaku sehingga penisku yang sepanjang 12 cm langsung mengangguk angguk bebas. Ketika kudekatkan penisku ke wajah Nita, dengan sigap pula Nita menggenggamnya dan kemudian mengulumnya. Kulihat bibir Nita yang tebal itu sampai membentuk huruf O karena penisku yang berdiameter 3 cm itu hampir seluruhnya memadati bibir mungilnya, Nita sepertinya sengaja memamerkan kehebatan kulumannya, karena sambil mengulum penisku ia berkali kali melirik kearahku. Aku hanya dapat menyeringai keenakan dengan servis Nita ini. Mungkin posisiku kurang tepat bagi Nita yang sudah berbaring itu sementara aku sendiri masih berdiri disampingnya, maka Nita melepaskan kulumannya dan menyuruhku berbaring disebelahnya. Setelah aku berbaring dengan agak tergesa gesa Nita merentangkan kedua kakiku dan mulai lagi menjilati bagian peka disekeliling penisku, mulai dari pelirku, terus naik keatas sampai keNitang kencingku semuanya dijilatinya, bahkan Nita dengan telaten menjilati Nitang duburku yang membuat aku benar benar blingsatan. Aku hanya dapat meremas remas susu Nita serta merojok nonoknya dengan jariku. Aku sudah tak tahan dengan kelihaian Nita ini, kusuruh dia berhenti tetapi Nita tak memperdulikanku malahan ia makin lincah mengeluar masukkan penisku kedalam mulutnya yang hangat itu. Tanpa dapat dicegah lagi air maniku menyembur keluar yang disambut Nita dengan pijatan pijatan lembut dibatang penisku seakan akan dia ingin memeras air maniku agar keluar sampai tuntas. Ketika Nita merasa kalau air maniku sudah habis keluar semua, dengan pelan pelan dia melepaskan kulumannya, sambil tersenyum manis ia melirik kearahku. Kulihat ditepi bibirnya ada sisa air maniku yang masih menempel dibibirnya, sementara yang lain rupanya sudah habis ditelan oleh Nita. Nita langsung berbaring disampingku dan berbisik “Mas Tedy diam saja ya, biar saya yang memuaskan Mas !” Aku tersenyum sambil menciumi bibirnya yang masih berlepotan air maniku sendiri itu. Dengan tubuh telanjang bulat Nita mulai memijat badanku yang memang jadi agak loyo juga setelah tegang untuk beberapa waktu itu, pijatan Nita benar benar nyaman, apalagi ketika tangannya mulai mengurut penisku yang setengah ngaceng itu, tanpa dihisap atau diapa apakan, penisku ngaceng lagi, mungkin karena memang karena aku masih kepengen main beberapa kali lagi maka nafsuku masih bergelora. Aku juga makin bernafsu melihat susu Nita yang pentilnya masih kaku itu, apalagi ketika kuraba nonoknya ternyata itilnya juga masih membengkak menandakan kalau Nita juga masih bernafsu hanya saja penampilannya sungguh kalem . Melihat penisku yang sudah tegak itu, Nita langsung mengangkangi aku dan menepatkan penisku diantara bibir nonoknya, kemudian pelan pelan ia menurunkan pantatnya sehingga akhirnya penisku habis ditelan nonoknya itu. Setelah penisku habis ditelan nonoknya, Nita bukannya menaik turunkan pantatnya, dia justru memutar pantatnya pelan pelan sambil sesekali ditekan, aku merasakan ujung penisku menyentuh dinding empuk yang rupanya leher rahim Nita. Setiap kali Nita menekan pantatnya, aku menggelinjang menahan rasa geli yang sangat terasa diujung penisku itu. Putaran pantat Nita membuktikan kalau Nita memang jago bersetubuh, penisku rasanya seperti diremas remas sambil sekaligus dihisap hisap oleh dinding nonok Nita. Hebatnya nonok Nita sama sekali tidak becek, malahan terasa legit sekali, seolah olah Nita sama sekali tak terangsang oleh permainan ini. Padahal aku yakin seyakin yakinnya bahwa Nita juga sangat bernafsu, karena kulihat dari wajahnya yang memerah, serta susu dan itilnya yang mengeras seperti batu itu. Aku makin lama makin tak tahan dengan gerakan Nita itu, kudorong ia kesamping sehingga aku dapat menindihinya tanpa perlu melepaskan jepitan nonoknya. Begitu posisiku sudah diatas, langsung kutarik penisku dan kutekan sedalam dalamnya memasuki nonok Nita. Nita menggigit bibirnya sambil memejamkan mata, kakinya diangkat tinggi tinggi serta sekaligus dipentangnya pahanya lebar lebar sehingga penisku berhasil masuk kebagian yang paling dalam dari nonok Nita. Rojokanku sudah mulai tak teratur karena aku menahan rasa geli yang sudah memenuhi ujung penisku, sementara Nita sendiri sudah merintih rintih sambil menggigiti pundakku. Mulutku menciumi susu Nita dan menghisap pentilnya yang kaku itu, ketika Nita memintaku untuk menggigiti susunya, tanpa pikir panjang aku mulai menggigit daging empuk itu dengan penuh gairah, Nita makin keras merintih rintih, kepalaku yang menempel disusunya ditekan keras keras membuatku tak bisa bernafas lagi, saat itulah tanpa permisi lagi kurasakan nonok Nita mengejang dan menyemprotkan cairan hangat membasahi seluruh batang penisku. Ketika aku mau menarik pantatku untuk memompa nonoknya, Nita dengan keras menahan pantatku agar terus menusuk bagian yang paling dalam dari nonoknya sementara pantatnya bergoyang terus diatas ranjang merasakan sisa sisa kenikmatannya. Dengan suara agak gemetar merasakan kenikmatannya, Nita menanyaiku apakah aku sudah keluar, ketika aku menggelengkan kepala, Nita menyuruhku mencabut penisku. Ketika penisku kucabut, Nita langsung menjilati penisku sehingga cairan lendir yang berkumpul disitu menjadi bersih. Penisku saat itu warnanya sudah merah padam dengan gagahnya tegas keatas dengan urat uratnya yang melingkar lingkar disekeliling batang penisnya. Nita sesekali menjilati ujung penisku dan juga buah pelirku. Ketika Nita melihat penisku sudah bersih dari lendir yang membuat licin itu, dia kembali menyuruhku memasukkan penisku, tetapi kali ini Nita yang menuntun penisku bukannya keNitang nonoknya melainkan keNitang duburnya yang sempit itu. Aku menggigit bibirku merasakan sempit serta hangatnya Nitang dubur Nita, ketika penisku sudah menyelusup masuk sampai kepangkalnya, Nita menyuruhku memaju mundurkan penisku, aku mulai menggerakkan penisku pelan pelan sekali. Kurasakan betapa ketatnya dinding dubur Nita menjepit batang penisku itu, terasa menjalar diseluruh batangnya bahkan terus menjalar sampai keujung kakiku. Benar benar rasa nikmat yang luar biasa, baru beberapa kali aku menggerakkan penisku, aku menghentikannya karena aku kuatir kalau air maniku memancar, rasanya sayang sekali jika kenikmatan itu harus segera lenyap. Nita menggigit pundakku ketika aku menghentikan gerakanku itu, ia mendesah minta agar aku meneruskan permainanku. Setelah kurasa agak tenang, aku mulai lagi menggerakkan penisku menyelusuri dinding dubur Nita itu, dasar sudah lama menahan rasa geli, tanpa dikomando lagi air maniku tiba tiba memancar dengan derasnya, aku melenguh keras sekali sementara Nita juga mencengkeram pundakku. DOMINO


Aku jadi loyo setelah dua kali memuntahkan air mani yang aku yakin pasti sangat banyak. Tanpa tenaga lagi aku terguling disamping tubuh Nita, kulihat penisku yang masih setengah ngaceng itu berkilat oleh lendir yang membasahinya. Nita langsung bangun dari tempat tidur, dengan telanjang bulat ia keluar mengambil air dan dibersihkannya penisku itu, aku tahu kali ini dia tak mau membersihkannya dengan lidah karena mungkin dia kuatir kalau ada kotorannya yang melekat. Setelah itu, disuruhnya aku telungkup agar memudahkan dia memijatku, aku jadi tertidur, disamping karena memang lelah, pijatan Nita benar benar enak, sambil memijat sesekali dia menggigiti punggungku dan pantatku. Aku benar benar puas menghadapi perempuan satu ini. Aku tertidur cukup lama, ketika terbangun badanku terasa segar sekali, karena selama aku tidur tadi Nita terus memijit tubuhku. Ketika aku membalikkan tubuhku, ternyata Nita masih saja telanjang bulat, penisku mulai ngaceng lagi melihat tubuh Nita yang sintal itu, tanganku meraih susunya dan kuremas dengan penuh gairah, Nitapun mulai meremas remas penisku yang tegang itu. “Yuk kita ke kamar mandi” ajakku “Sapa takut…..” Aku menarik tangan Nita keluar kamar sambil bugil tapi aku sempatkan menyambar 2 buah handuk kemudian berjalan mengendap masuk , takut ketahuan tetangga sebelah rumah dan mengunci pintu kamar mandinya dari dalam. ” Nit…kamu seksi banget..” desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum. Nita membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding kamar mandi. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya. Nita mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena sudah menjelang pagi. Nita mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Nita ke bak mandi. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Kujilati liangnya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya dengan kuat. Kumasukan dua jari tanganku ke dalam liangnya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam liangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan tetangga sebelah rumah dengar karena dinding kamar mandi bersebelahan tepat dengan dinding rumha tetangga. Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati liangnya. ” Ahhh…ahhh….Mas…Arghhhh..uhhh….Maaasss….” ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin mengocok liangnya. Semenit kemudian, Nita benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat. Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, Ia duduk bersimpuh dan mengulum penisku yang belum tegak benar. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Nita melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok penisku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku. Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Nita tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh ,” Oh…gitu Mas..gigit seperti itu…aghhh…” Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Nita makin terangsang.Penisku terus memompa liangnya dengan cepat, dan kurasakan liangnya semakin menyempit… Penisku keluar masuk liangnya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Nita merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku. ” Ah Maass…Ehmm… Arghh…Arghhh…Ohhhhh uhhhhhh…” Nita orgasme untuk kesekian kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut penisku dari liangnya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap toilet. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Nita tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk penisku ke liangnya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Aku mulai memompa liangnya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. Penisku makin cepat menusuk2 liangnya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Nita naik turun sesuai irama kocokanku, dan penisku semakin tegang dan terus menghantam liangnya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat. Penisku terasa makin becek oleh cairan liangnya. “Nita..aku juga mau keluar nih….” ” oh tahan dulu…kasih aku….penismu….tahan!!!! “Nita langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok penisku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ” ArGGGhhhh!! Oh yes !! ” erangku tertahan. Nita menyedot penisku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung penisku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok penisku dengan gerakan makin pelan. Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Nita berlutut dan menjilati seluruh penisku dengan rakus. Setelah Nita menjilat bersih penisku, ia memakaikan handukku, lalu memakai handuknya sendiri. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu kamar mandi. Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang. Setelah kejadian itu aku sama Nita semakin gila-gilaan dalam bermain seks sampai dengan ibu kosku kembali dari Surabaya tentunya aku hanya bisa melakukannya di malam hari. by cerita seks terbaru

#Domino #DominoOnline #Dominobet #Dominoqq #Bandarq #Poker #Aduq #Capsa #Domino99 #BandarPokerOnline #CapsaSusun

Senin, 23 Juli 2018

PERKOSA SEPUPU KANDUNG




CROWNQQ-Gila jam segini apa yg bisa kulakukan, selain berkhayal seorang bidadari turun dari langit dan rela kujamah setiap saat . kenapa aku dilahirkan sebagai pria pemalu yg tidak bisa berbuat apa-apa. aku ingin menjamah payudara yg ditutupi gairah seorang perempuan. aku ingin meneguk sejuta pesona seorang wanita. meraba, menciumi wajah cantik seorang hawa. kau sungguh tidak adil tuhan. kau ciptakan aku dengan semua kelemah yg aku miliki. lihatlah aku tuhan...lihatlah.. aku hanya bisa berkhayal sambil mengutuk ke agungan mu  diruang dapur yg kotor ini.

'haiii!!!!!'
'huaa..sialan lu rin'

hampir saja jantungku copot ternyata yg datang adalah bidadari dari antariksa namanya rina dia adalah sepupuku, umurnya sebaya denganku, tampangnya biasa tapi entah kenapa banyak cowok yg naksir sama rina kalau bodinya sih lumayan kadang-kadang aku suka berkhayal ngentotin sirina. seperti kata orang, ga ada rotan akarpun jdi, ga ada cwek cantik sepupu dijadikan imajinasi.

'ngelamun apaan di?' tanya rina kepadaku
'ah..biasa rin'jawabku malas
'biasa apaan?'
'ya biasalah...ahh mau tau aja lu'
'ya iyalah. wajah lu itu di. wajah orang yg ngerenungin sesuatu yg hilang' rina bicara sambil senyum. kalau kuperhatikan  senyumnya itu yg membuatnya sedikit kuhargai sebagai seorang wanita, karena wajahnya sama sekali bukan tipe kesukaanku. terbesik dihatiku untuk membuat sebuah ide gila

'iya rin lu benar-benar ngerti gua. lu taukan masalah gua. dari gua lahir sampai sekarang gua belum pernah pacaran, sama seperti lu gua diciptakan sebagai makhluk yg gak menarik bagi lawan jenisnya'

tampak wajah rina memerah karna perkataan ku tadi tepat mengena disasaran yg kosong

'enak aja lu di ngatain gua ga menarik' kata rina sambil bermuka masam
'jangan marah dulu rin,gua ada ide, kita berduakan senasib.. bagaimana kalau kita pura2 jadi pasangan, kayak lagi latihan gitu. mau ga lu rin
'ga mau.. lagian kita ga senasib!!' jawab rina cepat sambil berlalu
'tunggu rin..ide gua ini super jenius masa lu bawa lalu gitu aja'

'ga ada untungnya dengarin ide super jenius lu itu' jawab rina ketus

sialan si rina selalu bicara untung dan rugi

'ada untungnya rin, kita bisa latihan supaya kita paham kondisinya pacaran itu seperti apa, kalau suatu saat kita dapat pacar kita berdua ga bakalan kikuk. lu mau kikuk didepan pacarlu?. ga kan?. nah itu dia yg gua omongin tadi'

Tiba-tiba rina berbalik dia memandangku dengan sikap menantang
'ok kayanya lu nantangin gue ya di.. bagaimana kalau sekarang aja kita pura-pura pacaran. lu berani?'

'ahh sekarang..mmh ahh yaa' jawabku terbata.. aku tidak mengira dia mangatakan hal itu. adikku yg dibawah langsung berdenyut jantung mulai terasa berjalan lebih kencang..ahh kenapa aku selalu seperti ini.

'kumat lagi lu di. tiap ditantangin cewek selalu aja lu keliatan seperti penakut'
sirina benar. setiap ada cwek yg mendekatiku aku selalu grogi dan keliatan seperti orang penakut. siall perkataan sirina seperti menoreh luka lama dan membuatku kalap.

kuhampiri sirina kemudian kucium bibirnya dengan amarah karna berani mempermainkan harga diriku yg nilainya tak seberapa ini. ini pertama kali aku mencium bibir seseorang, terasa aneh tapi aku tak peduli ini akibatnya kalau nantingin aku pikirku.tapi mendadak aku tersadar dan merasa heran, aku kira rina marah kucium tapi setelah beberapa detik rina tetap tak bereaksi dia hanya membiarkan aku mencium bibirnya sambil matanya tetap terbuka.

sialan sirina benar-benar nantangin gua nih..pikirku. aku harus buktikan kalau aku bukan cowok penakut. segera tanganku kuarahkan untuk memeluknya dan tangan yg satu lagi mendarat tepat di atas tumpukan payudaranya. tampak rina terkaget tapi dia tetap membiarkanku memperlakukannya seperti itu, sambil terus melumat bibirnya tanganku mulai meremas-remas payudaranya. dia tetap tak bergeming dia tak membalas lumatan bibirku dan matanya selalu saja terbuka seperti orang yg benar- benar mau menguji keberanianku. nekat juga nih anak pikirku.

ok baiklah. kemudian tanganku mulai masuk kedalam bajunya dan tak sampai seditik, tanganku menemukan apa yg dia cari payudara sepupuku rina yg terbungkus dengan bra. tanpa berdoa terlebih dahulu kutarik bhnya keatas kemudian terbebaslah payudaranya dari balutan bh tadi, sehingga tanganku bisa meremas payudaranya yg kenyal langsung tanpa dihalangi apapun. oh benar-benar kenyal dan lembut. debaran jantung dan adrenalin menjadikan suasana seperti berada dalam dunia mimpi

meremas payudara tanpa dihalangi apapun benar2 nyaman sekali
'tunggu di..ini udah kelewat batas.' rina mulai panik
'diam. tadikan lu yg nantingin gua' sambil menarik bajunya keatas, menyembullah payudara seorang gadis berumur 18 tahun oh indahnya dunia kurasakan. pemandangan ini lebih indah daripada cagar alam kebun raya bogor aku benar2 terkesima, payudaranya menggantung bulat berbalut kulit putih bersih. putingnya mencuat kecoklatan seperti memanggilku untuk menghisapnya tanpa pikir panjang kuarahkan bibirku kearah payudaranya. rina berusaha melawan dan mengahalingi kepalaku dengan tangannya tapi tenagaku jauh lebih kuat sehingga mulutku akhirnya sampai di puting coklat itu. kuhisap sambil meremas payudaranya yg satu lagi

'ahh. sadar di..kita ga boleh seperti ini..ini..ohh. dosahhh'
sirina mikirin dosa disaat seperti ini. benar-benar lucu. menurutku malah berdosa kalau kubiarkan puting susu itu terbengkalai tanpa ada yg menjamahnya payudara diciptakan untuk diremas dan dihisap berdosalah orang-orang yg membiarkan payudara anak gadis tanpa menyentuhnya sama sekali.

'jangan di ..sadar.. kita ini sepupu..ini..perbuatan tabu...ohh'

Apa barusan ada yg bilang ohh. tampaknya rini sudah mulai memasuki alam dunia kenikmatan pikirku. ini harus dilanjutkan kesempatan seperti ini dalam seumur hidup mungkin hanya sekali. ini seperti cerita sex yg slalu kubaca setiap malam penuh dengan gelora. seperti api yg membakar habis semua iman biarkan tuhan menyaksikan semua dosa yg kulakukan aku adi akan meniduri sepupuku yg cantik akan kutela malam ini.akan ku telanjangi dia akan kubawa dia meniti indahnya dunia,

akhirnya malam itu kami melakukan hubungan badan layaknya suami istri. 3 bulan kemudian rina hamil keluarga kami kebingungan setelah tahu bahwa akulah yg menghamili rina. kemudian setelah berdiskusi panjang mereka sepakat mengusir kami berdua,

2 tahun berlalu kami berdua hidup terlunta-lunta sebagai pengemis. tak lama setelah itu aku bermimpi kalau anak kami yg mati karna kekurangan gizi hidup kembali. besoknya aku menceritakan mimpiku kepada rina dan temanku. temanku menyuruhku memasang togel 4 angka jitu diambil dari mimpiku tadi. aku sepakat dengan rina untuk memasang togel 4d 2 ratus ribu dan dueerr kami berdua mendadak mendapat uang ratusan juta rupiah. dengan uang itu kami membuka toko baju dan ternyata rina sangat berbakat berdagang sehingga sekarang kami mempunyai 20 buah toko baju.  kami sekarang bisa hidup dengan berkecukupan